Kamis, 27 Mei 2010


Praktikum 1

A. Judul : Filum Protozoa
B. Tujuan
1. Untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan cirri khas anggota-anggota protozoa berdasar ciri morfologi struktur tubuh.
2. Untuk melatih mahasiswa dalam melakukan identifikasi terhadap anggota protozoa.
C. Dasar Teori
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria. Protozoa dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).
1.Ciri-ciri umum :
a. Organisme uniseluler (bersel tunggal).
b. Eukariotik (memiliki membran nukleus).
c. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
d. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
e. Hidup bebas, saprofit atau parasit.
f. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup.
g. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
2. Sistem pencernaan
Protozoa mengambil makanan melalui air dan menyimpan makanan di kantung yang disebut vakuola. Mereka memakan ganggang kecil dan bakteri.
3. Sistem saraf
Protozoa memiliki tingkat reaksi yang sangat rendah terhadap dunia di sekitar itu dan tidak mempunyai sistem saraf. Mereka dapat bereaksi terhadap cahaya dan perubahan suhu.



Berdasarkan arah geraknya protozoa dibagi dalam 4 kelas yaitu:
1). Kelas Rhizopoda (Sarcodina)
Sarcodina atau Rhizopoda (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa yang bergerak menggunakan pseudopodia (kaki semu). Amoeba adalah Sarcodina yang menggunakan kaki semu atau pseupodia untuk bergerak dan menangkap mangsa. Rhizopoda ada yang terbungkus oleh cangkang misalnya Foraminifera dan Arcella. Amoeba adalah hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit.
2). Kelas Flagellata (Mastigophora)
Flagellata merupakan protista mirip hewan atau protozoa, Flagellata ini bergerak dengan bantuan satu atau lebih flagela. Bentuk flagela seperti cambuk. Letaknya berada pada ujung anterior tubuhnya. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya. Dilihat dari bentuknya, Flagellata dikelompokkan menjadi dua, yaitu berbentuk seperti tumbuhan, dinamakan fitoflagelata yang mengandung klorofil dan bersifat fotosintetik, contohnya Euglena. Adapun yang berbentuk seperti hewan disebut zooflagelata, tidak mempunyai klorofil dan bersifat heterotrof, contoh zooflagelata: Trypanosoma.
3). Kelas Ciliata (Ciliophora)
Anggota Ciliata ditandai dengan adanya silia (bulu getar) pada suatu fase hidupnya, yang digunakan sebagai alat gerak dan mencari makanan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel. Memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar.Contoh : Paramaecium caudatum, Stentor, Didinium, Vorticella, Balantidium coli
4). Kelas Apicomplexa (Sporozoa)
Tidak memiliki alat gerak khusus, menghasilkan spora (sporozoid) sebagai cara perkembang biakannya. Sporozoid memiliki organel-organel kompleks pada salah satu ujung (apex) selnya yang dikhususkan untuk menembus sel dan jaringan inang. Hidupnya parasit pada manusia dan hewan. Contoh : Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae,
Plasmodium vivax.
D. Alat dan Bahan
1. Media asli sediaan pembenihan protozoa dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mikroskop
2. Media gambar
3. Mikroskop
4. Preparat/slide beberapa protozoa
E. Cara Kerja
1. Melakukan pengamatan atau pemeriksaan terhadap preparat dengan menggunakan mikroskop dari pembenihan protozoa
2. Menggambar struktur morfologi dari tubuh anggota protozoa
3. Melakukan identifikasi terhadap anggota protozoa yang diamati dengan menggunakan kunci identifikasi yang ada.

















F. Hasil Pengamatan
1). Paramecium sp
a.




Perbesaran 5 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
b.




Perbesaran 10 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
c.



Perbesaran 45 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
2). Euglena sp
a.




Perbesaran 5 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
b.



Perbesaran 10 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
c.



Perbesaran 45 x 10

Keterangan:
1).
2).
3).

3). Amoeba sp
a.




Perbesaran 5 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
b.




Perbesaran 10 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).
c.



Perbesaran 45 x 10
Keterangan:
1).
2).
3).

G. Pembahasan
Protozoa
Protozoa adalah mikroorganisme menyerupai hewan yang merupakan salah satu filum dari Kingdom Protista. Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri dengan menggunakan organel-organel antara lain membran plasma, sitoplasma, dan mitokondria. Protozoa dapat melakukan reproduksi seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).
Ciri-ciri umum :
a. Organisme uniseluler (bersel tunggal)
b. Eukariotik (memiliki membran nukleus)
c. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok)
d. Umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof)
e. Hidup bebas, saprofit atau parasit
f. Dapat membentuk sista untuk bertahan hidup
g. Alat gerak berupa pseudopodia, silia, atau flagela
Berdasarkan alat geraknya, protozoa dibedakan menjadi 4 kelas yaitu: kelas rhizopoda, flagellata, ciliata, dan suctoria.
1. Kelas Rhizopoda
Rhizopoda (rhizoid= akar, pedos= kaki), semua protozoa yang bergerak dengan.
kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran protoplasma sel, yang berfungsi sebagai alat penangkap mangsa. Hidup di air tawar, air laut, tempat-tempat basah, dan sebagian ada yang hidup dalam tubuh hewan atau manusia. Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui pembelahan biner dan pembentukkan kista.
Ciri-ciri rhizopoda:
a. Rhizopoda berkembang biak secara vegetative dengan membelah diri.
b. Kebanyakan hidupnya di air tawar dan air laut.
c. Makanannya diambil dengan cara fagosit
d. Hewan ini memiliki kaki semu yang berfungsi sebagai alat gerak dan penangkap mangsa. Kaki semu merupakan penjuluran dari sebagian protoplasma.
e. Geraknya disebut gerak amoeboid.
f. Di dalam endoplasm,a terdapat satu atau lebih inti, vakuola makanan dan vakuola kontraktil. Vakuola kontraktil terdapat pada semua rhizopoda air tawar.
g. Vakuola makanan berfungsi untuk mencerna makanan sedangkan vakuola kontraktll berfungsi sebagai alat ekskresi.
h. Vakuola kontraktil juga berfungsi memelihara keseimbangan osmosis sel sehingga mencegah pengembangan di luar batas yang dapat menagkibatkan rhizopoda pecah.
i. Pernafasannya dilakukan dengan difusi memakai seluruh permukaan tubuhnya.
Jenis yang diamati pada praktikum kali ini adalah amoeba. Amoeba merupakan salah satu anggota rhizopoda yang terkenal. Bentuk amoeba senantiasa berubah-ubah, hidupnya bebas, terdapat di tanah becek atau di perairan yang banyak mengandung bahan organik tetapi ada juga amoeba yang hidup sebagai parasit yang sering dikenal dengan sebutan Entamoeba.






Gamabar : Amoeba sp
Ciri-ciri Amoeba
a. Memiliki Kaki Semu (pseudopodia) sebaga alat gerak.
b. Bersel Satu.
c. Hidup Bebas, di tanah atau tempat berair yang mengandung zat organik.
d. Berkembang biak dengan membelah diri (pembelahan biner).
1). Struktur tubuh amoeba
Amoeba memiliki membran sel yang berfungsi:
• Sebagai pelindung inti sel.
• Pengatur pertukaran zat.
• Alat pergerakan.
• Untuk menangkap rangsangan dari luar
Sitoplasma pada amoeba.
• Ektoplasma: sitoplasma bagian luar dan bersifat encer.
• Endoplasma: Sitoplasma bagian dalam dan bersifat kental.
2). Pencernaan amoeba
Makanan amoeba biasanya seperti gangga. Bakteri protozoa lainnya, dan tumbuhan yang sudah mati. Makanannya diambil dengan cara menangkap (fagositosis) melalui gerakan kaki semu lalu dimasukan k+edalam vakuola makanan dan dicerna didalamnya.
3). Respirasi amoeba
Pertukaran gas terjadi melalui seluruh permukaan tubuh. Oksigen berdifusi dari air melalui membran sel dan masuk kedalam sel. Oksigen digunakan untuk mengoksidasi makanan sehingga dapat menghasilkan energi dan zat karbondioksida (CO2). Selanjutnya CO2 dikeluarkan melalui membran sel.
4). Reproduksi amoeba
Amoeba bereproduksi secara vegetatif, yaitu dengan cara membelah diri (pembelahan biner).
2. Kelas Flagellata
Flagellata (Latin,flagell = cambuk) atau Mastigophora (Yunani,mastig = cambuk, phora = gerakan) Bergerak dengan flagel (bulu cambuk) yang digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan. Euglena adalah salah satu contoh kelas flagellate yang sudah kita amati.







Gambar: Euglena sp

Ciri-ciri umum Euglena:
a. Organisme bersel tunggal dengan susunan sel eukariota
b. Sel tidak dibungkus oleh dinding selulosa, melainkan oleh perikel berprotein, yang berada didalam plasmalema. Pada kebanyakan Euglenoid, perikel itu bersifat lentur sehingga memungkinkan perubahan bentuk sel, tetapi pada beberapa jenis, perikel ini kaku sehingga sel memiliki bentuk tetap.
c. Ujung depan sel euglenoid melekuk kedalam membentuk saluran yang ujung dalamnya meluas menjadi rongga membulat membentuk reservoar. Saluran dan reservoar itu walaupun dianggap sebagai terusan tempat partikel makanan padat masuk kedalam sel.
d. Beberapa euglenoid berfotosintesis dan yang lain tidak. Anggota-anggota yang berpigmen memiliki kloroplas yang berisi klorofil a dan b. Hasil fotosintesis disimpan sebagai paramilon, sebuah polimer glukosa yang berbentuk butiran dalam sitoplasma.
e. Pada dasarnya euglenoid memiliki dua buah flagel tipe cambuk berjumbai, dengan tonjolan lateral yang berupa bulu yang terletak pada satu barisan sepanjang flagel.
f. Perkembangbiakan seksualnya mungkin tidak terjadi atau jika ada jarag sekali terjadi.
1). Struktur tubuh euglena
Bentuknya oval memanjang, di bagian salah satu ujungnya terdapat mulut sel. Didekat mulut sel terdapat bintik mata yang berfungsi untuk membedakan gelap dan terang Didalam sitoplasma terdapat butir-butir kloroplas berbentuk oval yang berisi klorofil.
2). Alat gerak euglena
Alat gerak euglena adalah flagellum atau cambuk getar. Letaknya berada pada ujung depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. tubuhnya namun ada juga di bagian belakang sel (posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagela juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga digunakan juga sebagai alat indera dan alat bantu untuk menangkap makanan.
3). Alat pernafasan euglena
Euglena juga memiliki alat pernapasan yang disebut stigma. Stigma ini berfungsi sebagai alat respirasi yang dilakukan untuk pembakaran hidrogen yang terkandung di dalam kornel.
4). Reproduksi euglena
Reproduksi euglena secara aseksual dengan membelah diri (pembelahan biner) secara membujur.Mula-mula intinya, kemudian diikuti membran plasmanya secara memanjang.
3. Kelas ciliata
Kelas siliata (cilia= bulu getar) adalah hewan bersel satu yang permukaan tubuhnya dipenuhi rambut getar. Ciliata memiliki bentuk tubuh yang tetap yaitu oval. Ciliata hidup di tempat berair. Contoh ciliata yang hidup bebas diair adalah Paramesium caudatum.








Gambar: Paramesium sp
Paramaecium caudatum adalah anggota Ciliata yang hidup bebas. Bentuk selnya seperti sandal, ukuran kira-kira 250 mikron, mempunyai sitostom (celah mulut) pada membran plasma, dan selnya diselubungi oleh pelikel. Sel berisi dua inti sel yang terdiri atas mikronukleus yang berperan dalam reproduksi dan makronukleus yang berperan dalam pencernaan.
1). Reproduksi paramecium
Paramecium berkembang biak dengan pembelahan biner. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma. Perlu Anda ketahui masing-masing sel anak tersebutidentik dan alat sel lainnya mempunyai dua nukleus sitoplasma.








Gambar: Proses reproduksi seksual paramecium
• Dua Paramecium saling berdekatan lalu saling menempel. Kemudian terjadi dua sel saling menempel pada bagian mulut sel. Membran sel pada sel yang saling menempel tersebut melebar dan terbentuk suatu saluran.
• Pada bagian masing-masing sel terdapat mikronukleus diploid (2n) yang membelah secara meiosis menjadi 4 mikronukleus haploid (n), sedangkan makronukleusnya tidak mengalami perubahan.
• Selanjutnya, masing-masing 4 mikronukleus haploid (n), di setiap sel membelah secara mitosis menjadi 8 mikronukleus (n). 8 mikronukleus (n) yang terbentuk, 7 mikronukleus hancur, sehingga setiap sel hanya memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.
• ]Mikronukleus membelah secara mitosis menjadi 2 mikronukleus, sedangkan makronukleus lenyap, sehingga pada masing-masing sel hanya mengandung mikronukleus.
• Terjadi saling tukar-menukar mikronukleus, yaitu mikronukleus pindah ke sel lain dan sebaliknya. Mikronukleus yang saling tukar-menukar tersebut melebur dengan mikronukleus yang tidak pindah. Jadi, setelah hasil peleburan itu, setiap sel memiliki mikronukleus diploid.
• Setiap sel yang telah memiliki mikronukleus diploid (2n), selnya pisah dan konjugasi berakhir. Kemudian 1 mikronukleus membelah secara mitosis menghasilkan 2 mikronukleus.
• Salah satu dari 2 mikronukleus itu tumbuh menjadi makronukleus, sehingga setiap sel memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.
4. Kelas sucktoria
• Suctoria termasuk dalam phyllum Protozoa.
• Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma.
• Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang.
• Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan silia-silianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa.
1). Bentuk tubuhnya :
• Berbentuk bola panjang.
• Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).
2). Bentuk tentakel
• Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak.
- Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil.
• Runcing
- Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh.
3). Hidupnya
• Bebas
- Pada tempat yang sejuk misal Podophyra.
- Pada payau (pertemuan antara sungai dan laut).
- Pada air asin.
- Pada tumbuhan
• Parasit
- Pada binatang air yang kecil.

4). Perkembang biakan
• Dengan pembelahan (fission) atau
• Pembiakan (budding)
Contoh
a. Podophyra  hidup bebas dalam air yang sejuk
b. Dendrosoma  bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya
c. Sphaerophrya  berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor
d. Trichophrya Micropteri  hidup pada insang ikan laut
e. Allantosoma  hidup pada usus besar kuda.
H. Kesimpulan
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa tubuh amoeba dapat berubah (tidak tetap). Amoeba bergerak dengan kaki semu (pseudopodia), amoeba merupakan hewan yang bersel satu. Amoeba merupakan salah satu anggota rhizopoda yang terkenal. Bentuk amoeba senantiasa berubah-ubah, hidupnya bebas, terdapat di tanah becek atau di perairan yang banyak mengandung bahan organik tetapi ada juga amoeba yang hidup sebagai parasit yang sering dikenal dengan sebutan Entamoeba. Amoeba berkembang biak dengan membelah dirisecara vegetatif.
Amoeba memiliki membran sel yang berfungsi sebagai pelindun inti sel dan sebagai alat gerak. Enthoplasma berada pada bagian luar dan bersifat encer, sitoplasma pada bagian dalam dan bersifat kental.
Amoeba menangkap makanan dengan menggunakan kaki semu, yang kemudian dimasukan dalam vakuola makanan dan di cerna di dalamnya.
Sistem respirasi pada Amoeba secara difusi, pertukaran gas melalui seluruh permukaan tubuh.





















Dafatar Pustaka
Andri Priyanto. 2010. Protozoa Umum. Tersedia di : http://andripriyanto.blog.friendster.com/2009/11/nemathelmintes/
Brotowidjoyo. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta
Maskoeri Jasin. 2010. Zoologi Invertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya
Sugeng Paranto. 1982. Invertebrata Sistematik hewan Rendah 1. FKIE IKIP Surabaya








1 komentar: